Majalah Swara Rahima Edisi 48; Kespro dan Seksualitas dalam Pendidikan Pesantren dan Madrasah
Informasi Majalah:
| Sumber | : | Swara Rahima |
| Nama Majalah | : | Majalah Swara Rahima |
| Tema | : | Kespro dan Seksualitas dalam Pendidikan Pesantren dan Madrasah |
| Seri | : | Nomor 48 Tahun XV, Maret 2015 |
| Penerbit | : | Rahima |
| Link Download | : | Download |
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
| Judul | Majalah Swara Rahima Edisi 48 |
|---|---|
| Seri | Nomor 48 Tahun XV, Maret 2015 |
| Penerbit | Rahima |
| Download Majalah | |
Pembaca Swara Rahima yang selalu ceria…
Alhamdulillah, rasa syukur patut untuk senantiasa kita haturkan ke hadirat Ilahi Rabbi. Di awal tahun 2015 ini, Swara Rahima masih diberi kesempatan untuk menjumpai para pembaca melalui beragam tulisan yang merupakan pengetahuan, pembelajaran, dan refleksi pengalaman para pejuang kesetaraan dan keadilan. Secara spesifik, mengenai upaya pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas untuk para remaja di kalangan pesantren dan madrasah. Remaja adalah generasi penerus untuk masa depan kehidupan umat dan bangsa; sehingga ada salah satu mahfuzhat menyatakan “Syubban al-yaumy, Rijaal al-ghady” (para pemuda hari ini, adalah kaum pemimpin esok hari).
Salah satu persoalan yang dihadapi remaja, tak terkecuali yang tumbuh besar dalam lingkungan keagamaan seperti pesantren dan madrasah adalah terkait pencarian identitas diri. Keingintahuan mereka mengenai diri dan tubuh mereka sendiri, terutama setelah mengalami perubahan bentuk tubuh dan munculnya perasaan ketertarikan kepada lawan jenis seringkali telah memunculkan tabu-tabu tertentu. Padahal, kesehatan reproduksi dan seksualitas adalah dua hal penting yang inheren dalam kehidupan setiap orang, termasuk para remaja. Alasannya, dengan memahami kedua hal tadi remaja dikhawatirkan akan terjebak pada pergaulan bebas dan memiliki perilaku seksual yang tidak sehat. Meskipun, sejatinya perbincangan terkait kespro dan seksualitas telah ada dalam lembaran-lembaran tebal kitab kuning di pesantren, pada materi-materi pelajaran Fiqh, dalam diktat-diktat Biologi dan Penjaskes, dan materi konseling para guru BP. Atas dasar pemikiran tersebut, Swara Rahima edisi 48 mengangkat tema Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja di Pesantren dan Madrasah.
Pembaca Swara Rahima yang berbahagia…
Ulasan tentang tema akan dibahas mendalam di rubrik Fokus. Selain ituada dua narasumber yang kami hadirkan dalam wawancara di rubrik opini. Mereka adalah Ir. Herdimansyah, AIB Direktur PKBI Lampung, dan Dr. Sururin, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; yang lama bergiat dalam pendidikan kesehatan reproduksi yakni semenjak masih aktif di PP. Fatayat NU. Tulisan Diah Rofika di rubrik Teropong, juga menyorot soal Kespro dalam pandangan kaum remaja muslim di Jerman.
Profil pegiat muda Kespro kita dari Banyuwangi, Dania Roichana dengan berbagai inisiatifnya melakukan pendidikan sebaya maupun beragam kreativitasnya, diharapkan menjadi pembelajaran bagi remaja lain maupun kita semua yang bergiat dalam pendidikan kespro di kalangan kaum muda. Sosok ‘Gus Dur Sang Feminis’ diulas Ratna Ulfah, sebagai hasil pembacaannya atas buku Gus Dur di Mata Perempuan yang diterbitkan oleh Gading Press Yogyakarta, sebagai ‘penanda’ Hari Jadi Fatayat NU. Renungan Gus Muhyi, soal perempuan dan kesehatan reproduksi di pesantren yang disajikan di rubrik Suplemen, mudah-mudahan dapat melengkapi sajian informasi kali ini.
Para pembaca yang giat berkarya…
Majalah Swara Rahima yang hadir dengan slogan “media Islam untuk hak-hak perempuan” senantiasa berharap menjadi media kita bersama untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan. Melalui kontribusi tulisan Anda, Redaksi berharap bahwa upaya untuk menjadikan majalah ini sebagai sarana untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan dapat terjadi. Mudah-mudahan berbagai karya kreatif lainnya senantiasa hadir di meja Redaksi sehingga proses “belajar bersama” ini, selalu dapat terjadi. Selamat membaca!
Wassalam
Redaksi