Majalah Swara Rahima Edisi 26; Adakah Ruang Kemajemukan bagi Perempuan Islam?

Dari Kupipedia

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Adakah Ruang Kemajemukan bagi Perempuan Islam?
Seri : Nomor 26 Tahun VIII, Desember 2008
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 26; Adakah Ruang Kemajemukan bagi Perempuan Islam?
Majalah Swara Rahima Edisi 26.jpg
JudulMajalah Swara Rahima Edisi 26
SeriNomor 26 Tahun VIII, Desember 2008
PenerbitRahima
Download Majalah

Pembaca yang berbahagia...

Syukur, Alhamdulillah, teriring takbir dan tahmid bulan Dzulhijjah 1429 H. redaksi telah berupaya menyelesaikan Swara Rahima edisi ke 26 bertema Kemajemukan dan Realitas Perempuan. Ini tak lain. karena dorongan kecintaan kami pada pembaca yang selalu haus informasi seputar kepedulian Islam terhadap hak-hak perempuan.

Kemajemukan adalah penanda kehidupan yang bermbang. Ada lelaki dan perempuan; ada kulit putih juga hitam, coklat bahkan sawo matang. Ada pula macam-macam suku yang beragam; ras yang berbeda, golongan, agama dan keyakinan yang berlainan. Tampaknya perempuan juga jadi bagian kemajemukan. Dalam kemajemukan ini mereka tuntut dapat bersatu membangun kehidupan yang lebih baik. Bagaimana perempuan dapat bergabung dengan perempuan lainnya, bahu-membahu memperjuangkan hak-hak dasarnya? Dapatkah mereka bergerak lintas suku, ras, agama, golongan, atau kepentingan apapun untuk mencapai kepentingan bersama? Bagaimana pula agama memandang keragaman mereka?

Syafiq Hasyim Deputi Direktur International Centre Islam and Pluralism/CIP (Pusat Kajian Islam Internasional dan Pluralisme), dalam rubrik Opini akan memberikan tanggapannya tentang realitas keragaman perempuan Indonesia dalam perspektif Islam. Sementara Nia Sjarifudin Koordinator ANBTI (Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika) akan beropini seputar kemajemukan terkait permasalahan-permasalahan di sekitar perempuan saat ini. Baik Syafiq maupun Nia, keduanya memberikan pendapatnya terkait Rancangan Undang-undang Pornografi (RUU Pornografi) yang disebut-sebut berpotensi menghapus keragaman dan memecah belah persatuan. Pendapat-pendapat ini disampaikan dalam wawancara dengan Swara Rahima jelang disahkannya RUU tersebut oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kini RUU ini telah diundangkan sejak tanggal 30 Oktober 2008 lalu.

Pembaca yang budiman...

KH. Husein Muhammad dalam rubrik Tafsir Alquran akan kembali memberikan pandangannya terkait tema kemajemukan dan perempuan dari sisi tafsir agama. la menjelaskan, dalam kemajemukan atau keragaman sesungguhnya Tuhan ingin menyatakan Kekuasaan-Nya, sebab di dalamnya sarat simbul Kemahaesaan-Nya bagi manusia yang berpikir. Sedang dalam Dirasah Hadis, Faqihuddin Abdul Kodir kembali menyampaikan pula kajian hadisnya seputar relasi laki-laki dan perempuan.

Swara Rahima edisi ini juga mengangkat rubrik-rubrik tematik maupun non-tematik lainnya. Di antaranya rubrik Akhwatuna yang mengupas keragaman pendapat dan pandangan perempuan dalam berkerudung. Lalu ada rubrik Refleksi yang spesial mengangkat kemajemukan yang tumbuh subur di lingkungan Rahima sendiri. Tidak terkecuali Teropong Dunia, Jaringan, Fikrah, Khazanah, Tanya Jawab, Info, dan Cerpen (Cerita Pendek), akan turut mengisi lembar-lembar halaman Swara Rahima. Adapun Suplemen kali ini bertema Kawin Paksa yang dibahas Vera Sofariyanti, alumni Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP) Rahima angkatan I Jawa Barat tahun 2006. Tulisan yang dikaji seiring realitas kawin paksa di masyarakat ini menarik dibaca karena dikaitkan pula dengan masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan yang kini banyak terjadi di sekitar kita.

Mudah-mudahan Swara Rahima edisi ini kembali menambah semangat kita bersatu dalam keragaman, dengan tetap mengutamakan hak-hak perempuan, demi utuhnya kemajemukan bangsa. Selamat membaca.