Majalah Swara Rahima Edisi 12; Risalah Perempuan Bekerja

Dari Kupipedia

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Risalah Perempuan Bekerja
Seri : Nomor 12 Tahun IV, September 2004
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 12; Risalah Perempuan Bekerja
Majalah Swara Rahima Edisi 12.png
JudulMajalah Swara Rahima Edisi 12
SeriNomor 12 Tahun IV, September 2004
PenerbitRahima
Download Majalah

Pembaca yang budiman…

Sebagai media informasi yang diterbitkan berkala, Swara Rahima kembali hadir di hadapan pembaca kali ini tentunya dengan harapan tetap dapat mengisi ruang-ruang bagi terciptanya demokrasi dan keadilan. Dan dengan itulah pula Swara Rahima kembali hadir, mudah-mudahan dengan informasi yang akan lebih memperkaya wawasan para pembaca.

Pada edisi kali ini kami sengaja menyuguhkan topik "klasik" yakni perempuan bekerja. Hal ini adalah untuk merespon centang perentang berbagai permasalahan yang erat dengan perempuan di Indonesia, terkait dengan masalah kesehariannya.

Banyak hal yang muncul dalam permasalahan perempuan bekerja tersebut misalnya TKW, PSK, PRT, hingga perempuan pekerja 'kelas atas' dan dari berbagai kalangan profesi sepanjang tahun 2004. Benang merah dari semua masalah perempuan bekerja itu adalah masih lekatnya diskriminasi terhadap mereka.

Karena itulah dari beberapa tema yang telah diangkat Swara Rahima sebelumnya, edisi kali ini hadir lebih kompleks. Banyak sisi yang ingin diungkap dengan cara pandang yang khas. Sebuah cara pandang yang berpihak kepada kaum perempuan.

Pembaca yang berbahagia…

Perempuan bekerja bukanlah masalah sekarang. saja, atau bukan masalah masyarakat kota atau desa. Akan tetapi yang perlu dinyatakan di sini adalah mengenai makna perempuan bekerja. Baik di ruang publik maupun domestik yang di saat belakangan ini seringkali diabaikan. Walhasil, perempuan bekerja dimanapun pada umumnya mengalami peminggiran. Peminggiran yang pada tahap selanjutnya tersebut berakibat kepada minimnya penghargaan kepada perempuan bekerja plus minimnya dukungan untuk tetap meningkatkan peran perempuan ke tingkat yang lebih baik.

Dalam konteks ini, perempuan bekerja akan diungkap baik dengan cara pandang sejarah Islam maupun dari sisi sosiologis. Harapannya bahwa dengan berbagai pandangan itu dan potret dari masalah kekinian yang dimunculkan akan ada pemahaman baru mengenai makna perempuan bekerja.

Semoga segala proses diskusi dalam lembar-lembar terbatas selama ini mampu membuka pemahaman baru tentang makna perempuan bekerja dan menggugah pikiran kita untuk tetap konsisten memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan.

Akhirnya, melalui rangkaian kata di sini, segenap redaksi mengucapkan selamat beribadah puasa dan hari raya Idul Fitri 1425 H, mohon maaf lahir bathin. Dan selamat membaca!

Wassalam

Redaksi