Majalah Swara Rahima Edisi 11; Menjalin Ukhuwah Nisaiyah

Dari Kupipedia

Informasi Majalah:

Sumber : Swara Rahima
Nama Majalah : Majalah Swara Rahima
Tema : Menjalin Ukhuwah Nisaiyah
Seri : Nomor 11 Tahun III, Juli 2004
Penerbit : Rahima
Link Download : Download

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Majalah Swara Rahima Edisi 11; Menjalin Ukhuwah Nisaiyah
Majalah Swara Rahima Edisi 11.png
SeriNomor 11 Tahun III, Juli 2004
PenerbitRahima
Download Majalah

Pembaca yang budiman…

Swara Rahima sebagai media informasi yang diterbitkan Rahima selalu berusaha hadir untuk terus mengisi ruang-ruang bagi terciptanya keadilan. Swara Rahima edisi 11 ini hadir di pertengahan tahun, tepat pada saat sebagian masyarakat Indonesia sibuk dengan gonjang-ganjing calon presiden mendatang. Yang memprihatinkan adalah munculnya kembali wacana fatwa haramnya pemimpin perempuan yang justru mengukuhkan bahwa ternyata masih kuatnya politisasi agama sejauh terkait dengan dunia perempuan. Namun demikian, kami berharap semua proses yang terjadi akan menjadikan masyarakat Indonesia semakin kritis dan terdidik.

Pembaca yang dikasihi Allah…

Tema yang diusung kali ini adalah tentang solidaritas perempuan atau persaudaraan perempuan, dalam istilah lain dikenal sebagai sisterhood. Namun redaksi Swara Rahima lebih terpikat untuk mengedepankan istilah yang relatif baru ukhuwah nisaiyah.

Gagasan ini memang mungkin bukan gagasan baru, karena jauh sebelum ini di berbagai negara telah dikenal istilah yang sama yaitu sisterhood tadi. Istilah ukhuwah nisaiyah sendiri memang sengaja dimunculkan Swara Rahima sebagai kritik sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa istilah ukhuwah yang lain seperti ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah.

Dalam konteks ini, ukhuwah nisaiyah adalah sebuah obsesi di tengah semakin menguatnya budaya kekerasan atas nama etnis, ras, jenis kelamin maupun agama. Harapannya bahwa masih ada cara yang dapat membuat dunia lebih damai dan adil dengan memunculkan identitas perempuan untuk rekonsiliasi. Seperti biasa, tanggapan serta komentar pembaca, tetap menjadi prioritas dan bagian dari proses kritis yang sangat kami harapkan.

Akhirnya, semoga segala proses perhelatan politik yang tengah dialami negeri di masa transisi ini dapat dijalani dengan damai dan baik. Dan selamat membaca!

Redaksi